Set nocount untuk optimasi Stored Procedures SQL Server Juli 4, 2008
Posted by Hariesya Ivan in Database.1 comment so far
Stored procedures dalam SQL server 2000 itu ada 2 macam yaitu system stored procedures dan user stored procedures. User stored procedures terbagi lagi menjadi 3 bagian yaitu :
1. User Defined stored procedures
2. Trigger
3. User defined function
Saya tidak akan membahas mengenai pengertian masing-masing stored procedures diatas, namun saya mencoba memberikan salah satu cara untuk optimasi performance dalam eksekusi stored procedures yaitu dengan menggunakan “Set nocount on”.
Kalo kita jalankan query dengan menggunakan query analyzer sebagai contoh :
SELECT * FROM authors
Message:
(1 row(s) affected)
maka akan selalu muncul pesan statistik berapa banyak jumlah row dari hasil query, didalam stored procedures terutama yang kompleks akan banyak pesan statistik yang di munculkan. Hal ini tentu saja akan menambah waktu proses dan bandwith di jaringan. Oleh sebab itu maka menonaktifkan pesan statistik ini dapat mengurangi proses yg tidak dibutuhkan sehingga performance dari stored procedures akan lebih baik.
create procedure test_coy
as
begin
declare @i int
create table test_coy_table (
testID int, [user] varchar (50), description varchar(100) )
set @i = 0
while @i < 1000
begin
set @i= @i + 1
insert into test_coy_table (testid,[user]) values(@i, ‘user ‘ + cast(@i as varchar(3)))
end
select * from test_coy_table
end
exec test_coy
message:
(1 row(s) affected)
(1 row(s) affected)
(1 row(s) affected)
.
.
(1000 row(s) affected)
Contoh pemakaian set nocount :
alter procedure test_coy
as
begin
set nocount on
declare @i int
create table test_coy_table (
testID int, [user] varchar (50), description varchar(100) )
set @i = 0
while @i < 1000
begin
set @i= @i + 1
insert into test_coy_table (testid,[user]) values(@i, ‘user ‘ + cast(@i as varchar(3)))
end
select * from test_coy_table
end
exec test_coy
message:
Team Talks FM 2008 Juli 4, 2008
Posted by Hariesya Ivan in Games.1 comment so far
Team Talks sebelum pertandingan :
1. Home dan lawan ringan ato diunggulkan : “I expect a win”
2. Home dan lawan seimbang ato sedikit diunggulkan “You can win this game”
3. Home dan lawan yg diunggulkan : “Wish Luck”
4. Home dan lawan adalah rival : “For the fans”
5. Away dan Tim kita diunggulkan : “You can win this game”
6. Away dan lawan seimbang : “You can win this game” ato “Wish Luck”
7. Away dan lawan diunggulkan : “Wish Luck”
8. Away dan lawan sangat diunggulkan : “Pressure is off”
Team Talks setelah babak pertama:
1. Home dan unggul satu angka : “Encourage”
2. Home dan unggul lebih dari 1: “Pleased” or “Thrilled” tergantung jumlah gol
Individu team talks no 1 dan 2:
untuk pemain-2 yg ratingnya 6 : “Disapointing”. untuk pemain yg nilainya 8+ : “You have faith”, sedangkan untuk pemain dng nilai 5: “Disappoiting” ato “Angry” dan ganti dengan pemain baru dan katankan “You have faith”
3. Home dan seri : “You can win this game”
4. Home dan kalah: “You can win this game”
Team Talks setelah pertandingan:
Jika ratingnya 7 “Pleased” meski kalah ato seri, rating 6 saat home “diappointing”, rating 8 “Thrilled”
Team talks2 diatas juga tergantung pada moral pemain, jangan terlaku keras untuk pemain dengan moral rendah
sumber: FMGlive
Untuk apa hidup? Juli 4, 2008
Posted by Hariesya Ivan in Kehidupan.add a comment
Untuk apa hidup? pertanyaan ini menyeruak muncul di benak saya di pagi hari ini, kalo kita liat di dalam alquran disebutkan bahwa manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi, khalifah dalam bahasa arab adalah pemimpin, artinya kita hidup ini mengemban suatu amanah untuk mengatur, bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yg ada di bumi ini. nah kemudian saya bertanya-tanya terhadapa kehidupan yang kita hadapi sehari-hari, setiap orang saling berlomba untuk menjadi yang terhebat, yang terkuat, yang paling kaya dibanding kan dengan ya lain, kalo kita perhatikan bukankah sifat2 seperti ini biasa kita sebut “animal insting“, tanpa kita sadari ato tidak, hidup kita hari demi hari adalah berkompetisi dengan individu yang lain, sejak kecil kita selalu dikondisikan untuk menjadi nomor 1, pendidikan-pendidikan selalu mengajarkan kepada kita untuk berlomba. Berlomba, berkompetisi untuk menjadi nomor 1 itu menurat saya tidak ada yang salah karena hal itu untuk memacu perkembangan pribadi kita untuk selalu lebih baik, namun ketika perilaku individu yang saling bersaing tersebut tanpa disadari menjadi perilaku yang saling memangsa, yang saling ingin menjatuhkan yang berubah menjadi kerakusan dan ketamakan maka telah gagal lah misi kita hidup dan jadilah bencana individu yang lain. saya sendiri heran terutama di jaman modern saat ini ketika kesuksesan seseorang diukur dengan jumlah kekayaan yang dimiliki, kedudukan dan jabatan. Tanpa kita sadari kita telah terbutakan oleh hasrat, nafsu kita yang selalu berkompetisi.
Kemudian saya bertanya kepada diri sendiri, kenapa sih kita hidup untuk menjadi lebih dari yang lain, bukankah hidup kita akan jauh lebih berharga kalo didasarkan apa yang telah kita lakukan terhadap orang lain, kalo kita perhatikan nama-nama orang yang dikenang sampe sekarang meskipun meraka hidup di masa lalu mereka di kenang bukan karena kekayaan, kedudukan mereka, mereka dikenang karena apa yg telah mereka perbuat untuk orang lain, apa yang telah mereka hasilkan. Menurut saya hidup ini kalo belum bisa berkontribusi paling tidak jangan merugikan.