Pengalaman pertama dengan feeder Citra Indah Juli 7, 2008
Posted by Hariesya Ivan in Kehidupan.1 comment so far
Pukul 8.00 pagi saya udah siap untuk mencoba feeder citra indah, ke citra indah dengan feeder ini adalah pengalaman pertamaku, sebelumnya saya selalu memakai sepeda motor kesana, dengan semangat untuk melihat rumah, jam 9 pagi saya sudah stand by di komdak, menurut jadwal feeder busway dari Komdak hari minggu jam 9.30. Entah berapa banyak bis-bis yang melintas selama 1/2 jam saya menunggu, akhirnya saya melihat bis citra indah dari kejauhan, tak lama kemudian berhentilah tepat di depan halte komdak, saya melihat jam di HP saya menunjukkan pukul 9.35, dalam hati saya wah tepat juga bisnya, mungkin karena hari minggu kali ya, jkt ga terlalu macetĀ seperti biasanya. Bus yang saya tumpangi tidak penuh penumpang, masih ada beberapa tempat duduk yang kosong didalam. Tanpa banyak kemacetan di ibukota hari itu, bus melaju lancar tanpa banyak hambatan, kemudian jam 10 tepat bus memasuki pintu keluar tol cibubur, tak disangka-sangka ternyata di pintu tol ini terjadi kemacetan yang panjang, kemacetan ini karena ada kegiatanĀ pramuka “Raimuna Nasional 2008″, kegiatan yang diikuti sekitar 11.000 peserta pramuka dari propinsi-propinsi seluruh Indonesia. Semangat yang ada akhirnya semakin menipis, dengan sedikit jengkel dalam hati karena kemacetan yang ditimbulkan kegiatan ini, namun di sisi lain hati ini senang melihat kegiatan seperti ini, karena akan banyak hal positif yang akan didapatkan para pesertanya. setelah 45 menit lebih akhirnya bis terlepas dari kemacetan ini, dan hati ini sedikit lega karenanya begitu pula para penumpang lainnya. Sekitar pukul 11.30 bus sampai di daerah taman mekarsari dan lagi-lagi bis terjebak kemacetan karena banyaknya pengunjung yg akan berekreasi di taman ini, dah hati ini bertanya-tanya kenapa hari ini ramai sekali taman ini, tidak seperti biasanya, dan akhirnya teringat sekarangkan musim liburan anak-anak sekolah. Akhirnya 15 menit kemudian sampailah bis di gerbang depan perumahan citra indah. Perjalanan yg seharusnya sekitar 1,5 jam jadi hampir 2,5 jam. Perjalanan yang lebih lama daripada pergi ke bandung lewat tol cipularang.
Untuk apa hidup? Juli 4, 2008
Posted by Hariesya Ivan in Kehidupan.add a comment
Untuk apa hidup? pertanyaan ini menyeruak muncul di benak saya di pagi hari ini, kalo kita liat di dalam alquran disebutkan bahwa manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi, khalifah dalam bahasa arab adalah pemimpin, artinya kita hidup ini mengemban suatu amanah untuk mengatur, bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yg ada di bumi ini. nah kemudian saya bertanya-tanya terhadapa kehidupan yang kita hadapi sehari-hari, setiap orang saling berlomba untuk menjadi yang terhebat, yang terkuat, yang paling kaya dibanding kan dengan ya lain, kalo kita perhatikan bukankah sifat2 seperti ini biasa kita sebut “animal insting“, tanpa kita sadari ato tidak, hidup kita hari demi hari adalah berkompetisi dengan individu yang lain, sejak kecil kita selalu dikondisikan untuk menjadi nomor 1, pendidikan-pendidikan selalu mengajarkan kepada kita untuk berlomba. Berlomba, berkompetisi untuk menjadi nomor 1 itu menurat saya tidak ada yang salah karena hal itu untuk memacu perkembangan pribadi kita untuk selalu lebih baik, namun ketika perilaku individu yang saling bersaing tersebut tanpa disadari menjadi perilaku yang saling memangsa, yang saling ingin menjatuhkan yang berubah menjadi kerakusan dan ketamakan maka telah gagal lah misi kita hidup dan jadilah bencana individu yang lain. saya sendiri heran terutama di jaman modern saat ini ketika kesuksesan seseorang diukur dengan jumlah kekayaan yang dimiliki, kedudukan dan jabatan. Tanpa kita sadari kita telah terbutakan oleh hasrat, nafsu kita yang selalu berkompetisi.
Kemudian saya bertanya kepada diri sendiri, kenapa sih kita hidup untuk menjadi lebih dari yang lain, bukankah hidup kita akan jauh lebih berharga kalo didasarkan apa yang telah kita lakukan terhadap orang lain, kalo kita perhatikan nama-nama orang yang dikenang sampe sekarang meskipun meraka hidup di masa lalu mereka di kenang bukan karena kekayaan, kedudukan mereka, mereka dikenang karena apa yg telah mereka perbuat untuk orang lain, apa yang telah mereka hasilkan. Menurut saya hidup ini kalo belum bisa berkontribusi paling tidak jangan merugikan.